Rss Feed
  1. kenapa..???

    Rabu, 25 November 2009

    kau pergi meningalkan tanda tanya...!!!


    apakah aku masih terlelap oleh khayalku..?? apakah mimpiku tentangmu sudah kau hentikan..?? jangankan keceriaan tangispun udah sering aku lalui, bukan..!! bukan karena terbiasa, sebaliknya karena ketidakbiasaan yang membuatku begitu larut dalam dunia mimpu yang q coba ciptakan kembali.

    beruntung kau sempat meniupku dengan secuil kata harapan, hahaha...!! seketika kau balas dengan kata sirna,,, hilang dh. ya mo bilang apa lagi, segudang katapun sudang ga sanggup merobohkan diding maafmu. tp jangan pernah pikir aku kan menyerah. aku kan berjuang dengan cara dan jalanku sendiri yang ga pernah kau pikirkan sebelumnya.

    jangan..! jangan pernah paksa aku tok melupakanmu. itu terlalu mudah bagiku, kan tetapi akan muncul tanda tanya kecil yang menggugahkan yanng ga mungkin bisa terjawabkan dengan kata-kata"... ?

  2. Si kembar "takdir dan nasip"

    Selasa, 17 November 2009

    Banyak orang beranggapan bahwa takdir dan nasip adalah satu hal yang sama. Menurut pamdanganku begini, Takdir dan nasib seperti layaknya si kembar, serupa tapi tak sama, dilihat dari kejauhan agak sama, akan tetapi kalau dicerna lebih dalam, semua akan beda. Pertanyaan akan muncul adalah dmana garis yang memisahkannya.? Dalam hadits Nabi dijelaskan yang maknanya kurang lebih seperti ini "nasib seseorang tidak akan berubah kecuali dia sendiri yang merubahnya". Sedangkan takdir itu sudah digariskan sama Yang Maha Kuasa. Inti yang dapat kita garis bawahi adalah takdir tidak dapat dirubah oleh manusia sedangkan nasib sepenuhnya bisa.

    Beberapa hal yang sama dari dua hal tersebut adalah keduanya sama-sama rahasia Ilahi. Menurut saya tidak ada seorang mahlukpun yang bisa mengungkap kedua-duanya, baik manusia sendiri (paranormal) dan bahkan jin sekalipun tidak akan bisa. Mungkin bagi yang percaya ramalan silakan saja, itu semua kembali lagi ke kepercayaan masing-masing.

    Salah satu penyakit terbesar dalam diri kita adalah cepat pasrah dan menganggap semua yang terjadi adalah nasib. Hal ini berlaku apabila kita melihat kesuksesan yang diraih orang-orang disekitar kita. Sebagian mungkin benar, tapi dibelakan sebuah kesuksesan tersimpan rentetan proses yang membutuhkan kucuran tenaga, pikiran dan usaha yang luar biasa. Sebagai contoh kecil, kita bisa baca dari biografi atau autobiografi dari tokoh-tokoh sukses. Jelas mereka akan membutuhkan banyak proses dan waktu untuk menggapai kesuksesan itu.

    Kesimpulannya adalah cermati sebaik mungkin dari pengertian singkat diatas, jangan cepat pasrah pada nasib, karena nasib sangat bergantung pada diri kita sendiri. yang disembunyikan

  3. Arti sebuah kemapanan

    Senin, 16 November 2009

    Aku terlahir disuatu daerah yang sebagian penduduknya masih berpikiran sederhana, disuatu provinsi yg juga sebagian pnduduknya masih berpandangan tidak mau repot. Maaf mungkin yang ku tulis menyinggung perasaan teman2 ditempatku berada. Aku tidak bermaksud menuduh demikian, namu semua adalah berdasarkan apa yang aku lihat, apa yang aku rasa dan apa yang aku dengar.
    Kemapanan, kebahagiaan, kekayaan, kedudukan/tahta adalah sebagian kenyataan yang terungkap didalamnya. Sebelum dibahas terlalu jauh, yg perlu ditekankan disini adalah semua orang menginginkan poin-poin yang telah disebutkan diatas. Untuk mencapai itu semua membutuhkan banyak proses yang terjadi didalamnya. Proses dan pandangan masyarakat inilah yang akan aku bahas.
    Arti dari sebuah kemapanan untuk mencapai kebahagiaan adalah mendapat kedudukan penting disebuah instansi pemerintah, atau bahasa kerennya jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), demikian penerjemahan organg-orangku. Mungkin pandanganku agak berbeda jauh dari mereka, aku berpandangan justru sebaliknya, menjadi seorang PNS justru kadang memudarkan harapan tersebut. Logika berpikirku begini, kebanyakan teman-teman yang bekerja honorer didaerahku paling maksimal mendapatka gaji Rp 500 ribu per bulan, itupun sangat jarang sekali, biasanya yang aku dengar hanya Rp. 300 rb saja. Sedangkan kalau kita melirik ke swasta, ditinjau dar UMR saja kalu ga salah Rp. 750 ribu. Atau bahkan bisa lebih dan jauh diatasnya. Peluangnya jelas swasta lebih baik.
    Apa yang membuat semuanya malah sebaliknya? Tanda tanya besar sebenarnya yang muncul disini, akan tetapi tanda tanya itu dijawab dengan sederhana ketika dilontarkan pertanyaan. Mendapatkan jaminan hidup, karena PNS akan mendapatkan dana pensiunan. Simpel bangat dan msuk akal juga. Tapi mereka melupakan prosesnya, karena proses juga akan menentukan hasil akhirnya. Membutuhkan hasil berpuluh-puluh tahun untuk menggapaen tujuan tadi.

    Pandanganku yang lain mungkin begini, di daerahku, di provinsiku bahkan dinegaraku orang2nya sudah sangat kental dengan budaya turun temurun, orang-orangnya sebagian masih pemalas. Aku pernah membaca sebuah berita yang sangat mengejutkan, yang mengatakan bahwa ada dua negara didunia yang penduduknya mempunyai kebiasaan tidur siang, dan salah satu negara tersebut adalah negara kita tercinta. Ini salah satu bukti yang aku maksud budaya tadi. to be continue ( lapeer mo maem dl) haha...!!! yang disembunyikan